This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pengertian Seni Tari

A. PENGERTIAN SENI TARI
Secara harfiah, istilah seni tari diartikan sebagai proses penciptaan gerak tubuh yang berirama dan diiringi musik yang berlandaskan rasa dan karsa. Namun, beberapa ahli tari memiliki gagasan tersendiri mengenai istilah seni tari. 
Berikut ini pendapat beberapa ahli, diantaranya:
1. Aristoteles
Tari merupakan gerakan ritmis yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter dan kehidupan manusia sebagaimana mereka berperilaku ataupun menderita.
2. Bagong Sudito
Menurut Bagong, seni tari ialah gerak ritmis yang sesuai dengan irama dan bertujuan mengekspresikan perasaan.

3. Cooric Harting
Seni tari menurut Cooric ialah serangkaian gerakan ritmis disertai irama yang dilakukan dalam satu waktu dan ruang.
4. Soedarsono
Seni tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh yang indah dan ritmis.
5. Yulianti Parani 
Tari merupakan gerak ritmis seluruh atau sebagiannya dari tubuh yang baik secara individu ataupun berkelompok yang disertai ekspresi tertentu.
Berdasarkan pendapat para ahli mengenai seni tari, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya seni tari bukan hanya tentang menggerakkan tubuh mengikuti irama, namun juga harus juga sejalan dengan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada penikmat tari.
Pengertian, Unsur dan Jenis Seni Tari
SENI TARI
B. MACAM MACAM JENIS SENI TARI
Jika ditinjau dari jenis pertunjukan dan partisipasi, seni tari dapat dibedakan menjadi:
  • Tari Partisipatif, ialah tari yang jarang menggambarkan sebuah cerita dan hanya bertujuan untuk interaksi sosial ataupun olahraga saja. Aturan tari jenis ini biasanya terkait larangan dilakukan kedua gender dan usia tertentu. Jenis tari ini dapat berupa tarian rakyat, berkelompok, sosial, dan berpasangan.
  • Tari Teater, merupakan tari yang menggambarkan sebuah cerita dan dipentaskan serta dilengkapi properti khusus. Tujuan utama tari ini ialah sebagai hiburan. Jenis tari ini meliputi, balet, tari Jepang, tari modern, dan lainnya.
Berdasarkan koreografinya, seni tari dapat dibedakan menjadi:
  • Tari Tunggal, ialah tari yang diperakan oleh seorang penari atau dikenal juga dengan istilah tari solo. Misalnya, tari Golek dari Jateng.
  • Tari Berpasangan, dalam bahasa latin dikenal dengan istilah pas de duex ataupun dalam bahasa awan disebut duet. Tari ini dilakukan oleh dua orang ataupun berpasangan. Misalnya, tari Topeng dari Jabar.
  • Tari Kelompok, dalam bahasa asing disebut group choreography yaitu tari yang dilakukan minimal oleh dua orang. Misalnya, tari Saman dari Aceh.
Jenis seni tari jika ditinjau berdasarkan perkembangan peradaban di nusantara dapat dibedakan menjadi tiga, meliputi:
1. Tari Tradisional
Tari tradisional merupakan jenis tarian yang sudah turun temurun, diwariskan dari zaman nenek moyang. Jenis tari ini sangat mengedepankan nilai filosofis, simbolis, dan religius. Segala aturan tari ini masih kaku bertumpu pada pedoman leluhur. Di Indonesia, tari tradisional ini dibagi menjadi dua yaitu:
a. Tari tradisional klasik
Tari ini dikenal juga sebagai tari keraton karena berkembang dikalangan kerajaan dan kebangsaan. Pertunjukan tari ini cenderung memakai busana mewah dan gerakan yang anggun. Tarian ini memiliki aturan yang baku dan dipertahankan dari generasi ke generasi. Contoh: Tari Topeng Kelana dari Jabar.
b. Tari tradisional kerakyatan
Tari ini berkembang di kalangan rakyat biasa, baik di pedesaan maupun perkotaan. Tari ini sering ditampilkan dengan busana dan iringan musik yang sederhana. Selain itu, tarian ini tidak memiliki aturan baku sehingga bentuk tariannya cenderung bervariasi. Tari ini biasanya ditampilkan saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contonya tari Lili dari Sumbar.
2.  Tari Kreasi Baru
Tari ini merupakan pelebaran sayap dari tari tradisional yang gerakannya dipadukan dengan gerakan baru dari jenis tarian lain. Jenis tari ini biasanya dilakukan saat upacara ritual, keagamaan, adat dan lainnya. Pada umumnya, tari kreasi baru ini dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
a.  Tari kreasi baru berpola tradisi
Tari kreasi baru ini sangat berpedoman pada kaidah tari, baik itu kaidah musik, tata rias, koreografi, maupun teknik pementasannya.
b. Tari kreasi baru berpola non tradisi
Jenis tari kreasi baru ini tidak terikat dengan kaidah tari seperti halnya tari berpola tradisi. Namun, bukan berarti jenis tari ini tidak menggunakan pola tradisi sama sekali. Melainkan, penggunaan kaidah tari akan disesuaikan dengan konsep gagasan tari yang akan ditampilkan.
3. Tari Kontemporer
Tari kontemporer merupakan jenis tari modern yang tidak lagi terpengaruh unsur tari tradisional. Tari ini menampilkan koreografi unik dan penuh makna. Selain itu, iringan musiknya pun bukan merupakan lagu sederhana yang lazim digunakan melainkan menggunakan program musik komputer dan masa mini. Tak khayal, penikmat yang ingin menikmati jenis seni ini harus berwawasan luas.
C. KONSEP SENI TARI
Konsep tari merupakan poin penting yang menjadikan seni tari tetap memiliki persamaan diantaran berbagai variasi gerak tubuh yang terbentuk. Adapun konsep tari terdiri dari:
1. Ruang Gerak
Gerakan dalam suatu tarian membutuhkan ruang gerak. Ruang gerak ini berarti berarti seorang penari membutuhkan ruangan yang sesuai dengan jenis gerakan yang akan ditampilkan. Ruang gerak dapat berupa ruang gerak sempit dan ruang gerak luas. Jenis ruang gerak ini akan disesuaikan dengan jumlah penari, apakah tunggal, berpasangan, ataupun berkelompok.
2. Tenaga
Tenaga dibutuhkan dalam seni tari untuk mendapatkan gerak tari yang dinamis, ritmis, dan harmonis. Tanpa tenaga suatu gerakan sempurna tidak mungkin dihasilkan. Penggunaan tenaga sendiri memiliki tingkatan sesuai dengan gerak yang ingin ditampilkan, baik itu intensitas kuat, sedang, dan lemah.

3. Waktu
Dalam suatu tarian, estimasi waktu sangat bergantung terhadap bentuk gerakan yang akan ditampilkan. Perbedaan cepat atau lambat suatu gerak dalam seni tari disebut tempo. Fungsi tempo ini ialah memberikan kesan dinamis sehingga suatu tarian menjadi enak bagi penikmat.
D. UNSUR SENI TARI
Dalam menciptakan nilai indah suatu tari, seni tari memiliki unsur-unsur pembangunan, meliputi:
1. Ragam Gerak
Gerakan sangat penting dalam suatu tarian. Gerakan seni harus mampu menuangkan emosi dan ekspresi jiwa.Dalam seni tari gerak dibagi menjadi tiga, berdasarkan:
b. Sifat, terdiri dari:
  • Gerak lemah, yaitu gerak yang dilakukan tanpa menggunakan kekuatan otot.
  • Gerak lembut, yaitu gerak yang dilakukan mengalir seperti air.
  • Gerak kasar, yaitu gerak yang dilakukan dengan menggunakan otot yang kuat seperti gerakan menghentakkan kaki.
b. Bentuk, meliputi:
  • Gerak realistik/wantah, yaitu gerak yang dilakukan sesuai dengan apa yang dilihat.
  • Gerak stilir, yaitu gerak tidak wantah yang sudah diperhalus.
  • Gerak simbolik, yaitu gerakan yang hanya berupa simbol.
c. Aktifitas, yaitu:
  • Gerak setempat, yaitu gerak yang hanya berada pada posisi awal tanpa pergerakan.
  • Gerak berpindah, yaitu gerak yang tidak hanya menetap melainkan melakukan gerakan kecil seperti bergeser, meluncur, melompat, dan lainnya.
2. Iringan
Iringan musik dalam suatu tarian dapat berasal dari alat instrumen ataupun suara dari anggota tubuh. Iringan ini akan menambah daya nilai dalam suatu tarian.
3. Pakaian
Pakaian dalam seni dijadikan sebagai identitas kebudayaan dan asal tarian yang ditampilkan. Misalnya, kostum dal ritual ataupun upacara didesain cenderung lebih sederhana dibanding kostum hiburan yang dirangcang lebih kasual dan menarik.
E. POLA LANTAI SENI TARI
Dalam sebuah tarian, terutama dalam tarian berkelompok sangat penting memperhatikan pola lantainya. Berikut ini beberapa pola lantai dalam tarian, meliputi:
  • Horizontal, yakni pola lantai yang mengharuskan penari membentuk garis lurus kesamping.
  • Vertikal, yaitu pola lantai yang mana penari harus membentuk garis lurus dari depan ke belakang.
  • Diagonal, yaitu pola lantai yang mana penari harus membentuk garis yang menyudut ke kanan ataupun kiri.
  • Melingkar, yaitu pola lantai yang mengharuskan penari membentuk garis lingkaran.
Pengertian, Unsur dan Jenis Seni Tari
SENI TARI
F. FUNGSI SENI TARI
Seni tari memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan, diantaranya:
1. Sarana Bergaul
Seni tari bersifat kolektif, artinya melibatkan beberapa orang. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan interaksi dengan individu. Oleh karena itu, seni tari dapat dijadikan salah satu wadah bagi manusia untuk bergaul. Kegiatan latihan tari rutin atau pementasan tari bersama menjadi sarana pergaulan yang baik.
2. Sarana Upacara
Sejak dahulu, tarian sudah dijadikan manusia sebagai sarana upacara, baik untuk upacara keagamaan maupun upacara penting dalam kehidupan manusia. Tari keagamaan tujuannya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan biasanya bersifat sakral. Contohnya, tari Kecak di Bali yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya. Tari yang dijadikan sebagai sarana upacara sangat mempertimbangkan pemilihan tempat, waktu, penari, dan sesajian yang tepat.
3. Sarana Hiburan
Tari yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan memiliki gerak spontan. Selain itu, jenis tari ini menggunakan tema dan iringan lagu yang sederhana. Kemudian kostum dan tata panggung juga diupayakan semenarik mungkin. Prinsipnya tarian yang ditempilkan menhibur, tidak menjemukan dan menjenuhkan.
4. Media Pendidikan
Tarian dapat dijadikan media untuk mendidik anak dalam upaya pendewasaan diri melalui pesan dari setiap gerak yang ditampilkan. Selain itu, nilai keindahan dan keluhuran yang ada pada seni dapat mengasah perasaan seseorang untuk bersikap lebih santun dan lembut.
5. Katarsis
Katarsis artinya pembersihan jiwa. Pemanfaatan seni tari sebagai katarsis biasanya dilakukan oleh seniman yang memiliki penghatan mendalam terhadap seni tari.
6. Penyaluran Terapi
Tari dijadikan penyaluran terapi bagi mereka penyandang cacat mental ataupun fisik. Penyajian tari ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, disesuaikan dengan kondisi penderita. Jenis tarian ini dilarang pada masyarakat Timur, karena rasa tak sampai hati.
7. Pertunjukan
Tarian yang dipersiapkan untuk pertujukkan biasanya mengandung nilai estetis yang tinggi dan membutuhkan latihan sebelum dipetaskan. Tari yang difungsi sebagai pertunjukkan menitikberatkan pada segi artistik, konsep, ide, interpretasi, tema dan juga tujuan. Contoh tari yang ditampilkan sebagai pertunjukan ialah tari Pendet dari Bali.
SUMBER : 

Pengertian Seni Musik

Pengertian Seni Musik – Siapa yang tidak suka dengan musik? Sepertinya kita semua menyukai bentuk seni yang satu ini. Tidak sedikit dari kita yang selalu mendengarkan musik untuk memberi semangat atau menghibur diri setiap hari. Lalu sebenarnya apa itu musik atau seni musik? Musik dapat diartikan sebagai nada dan suara yang disusun hingga menghasilkan irama, lagu, dan harmonisasi.
Hasil gambar untuk Seni musik
Sementara pengertian seni musik tidak jauh berbeda. Pengertian seni musik secara umum adalah sebuah cabang seni yang fokus menggunakan melodi, irama, tempo, harmoni, juga vocal yang berperan sebagai sarana dalam menuangkan perasaan penciptanya. Seni musik dapat bertambah dan berganti seiring berjalannya waktu.
Setelah mengetahui pengertian seni musik secara umum kamu pasti sudah dapat membedakan perbedaan jenis-jenis seni musik. Dari segi nada, irama, hingga melodi di setiap jenisnya berbeda-beda. Jenis seni musik dibagi menjadi tiga yaitu klasik, populer, dan tradisional.

Jenis-jenis Musik

  1. Musik Klasik

Sering mendengar mengenai fungsi dari musik klasik? Jenis seni musik yang satu ini memang memiliki banyak manfaat. Di antaranya meningkatkan IQ, relaksasi, mengatasi insomnia, meningkatkan daya ingatan, dan lainnya. Musik klasik sendiri identik dengan musik yang datang dari wilayah Eropa.
Notasi dalam musik klasik berbeda-beda dan dapat dibagi menjadi dua yaitu musik klasik populer dan musik klasik non Eropa. Susunan musik klasik juga lebih kompleks dibandingkan dengan jenis seni musik lainnya.
  1. Musik Populer

Umumnya jenis seni musik yang satu ini lebih banyak disukai karena lebih easy listening dan lebih mudah diterima oleh banyak kalangan. Musik pop atau musik populer mulai terkenal pada tahun 1950-an. Musik ini memiliki karakter yang lebih fleksibel sehingga mudah dipadu-padankan dan mudah mengikuti zaman.
Musik populer memiliki banyak jenis di antaranya:
  • Musik Jazz
  • Musik Blues
  • Musik R&B
  • Musik Rock
  1. Musik Tradisional

Berbeda dari jenis musik lainnya yang menggunakan alat musik secara umum dan banyak digunakan dalam membuat melodi, ritme, tempo, dan harmoni seperti dalam pengertian seni musik di atas, untuk jenis musik tradional sebagian besar lebih menggunakan alat musik tradisional di mana di setiap negara dan daerah berbeda-beda.
Biasanya musik tradisional lebih cenderung menggunakan gaya, bahasa, serta tradisi sesuai dengan negara dan daerah asalnya. Musik tradisional dapat dibagi menjadi tiga yaitu country, latin, dan dangdut.
Dilihat dari segi definisi seni musik sendiri, cabang seni yang satu ini memang tidak akan habis oleh waktu. Bahkan seni musik sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa lepas.
Definisi seni musik yaitu bentuk seni dari hasil penggabungan nada, suara, melodi, ritme, tempo, juga harmoni dari alat-alat musik serta vokal.
Kamu pasti memiliki jenis seni musik favourit sendiri di mana selalu diengarkan saat membutuhkan hiburan.
Pada dasarnya fungsi daria danya seni musik memang untuk hiburan, tetapi dalam sebagian hal, seni musik juga berfungsi sebagai wadah atau media untuk menyampaikan sesuatu.
Misalnya saja saat upacara adat atau acara keagamaan, seni musik seolah menjadi media perantara dalam berbicara dengan sang Penguasa. Atau dalam sebuah pagelaran teatrikal, seni musik memiliki fungsi sebagai pembangun suasana agar adegaan demi adegan berjalan sesuai.
Kemudian, bagaimana dengan pengertian seni musik menurut para ahli di dunia? Berikut sedikit ulasannya.

Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli

  1. David Ewen, Pencipta Buku-Buku Tentang Musik

Pengertian seni musik menurut para ahli pertama yaitu menurut David Ewen yang terlah penerbitkan lebih dari 40 buku tentang musik mengungkapkan bahwa,
seni musik adalah ilmu pengetahuan dan seni yang berhubungan tentang kobinasi ritmik dan nada-nada di mana meliputi melodi dan harmoni sebagai bentuk ekspresi dari segala hal yang ingin diungkapkan khususnya paerihal emosional.

  1. Norman Dello Joio, Komposer Terkenal Amerika

Sementara menurut Dello Joio yang merupakan komposer terkenal asal Amerika menyatakan bahwa,
pengertian seni musik adalah suatu seni yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan, baik tentang musik itu sendiri atau hal lain di luar musik.
Mengenal musik dapat menumbuhkan rasa menghargai akan nilai seni juga menyadari adanya dimensi lain dari kenyataan yang tersembunyi.

  1. Suhastjarja, Dosen Senior Fakultas Seni Di Indonesia

Suhastjarja mengungkapkan bahwa menurutnya,
seni musik ialah ungkapan rasa indah dari manusia dengan bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat berwujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung sebuah ritme dan harmoni, serta mempunya suatu bentuk dalam ruang wkatu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lainnya dalam sebuah lingkungan.
Itu dia tiga dari sekian banyak macam pengertian mengenai seni musik dari para ahli yang dinilai paling pas.
Sementara itu untuk pengertian seni musik secara etimologi yaitu,
Seni adalah karya yang bernilai tinggi, sedangkan ‘Musik’ adalah susunan nada dan suara yang saling berkesinambungan.
Sehingga yang dapat disimpulkan dari pengertian seni musik secara etimologi ialah suatu karya bernilai tinggi yang berupa susunan nada dan suara yang salin berkesinambungan.
Terakhir yang harus kamu ketahui adalah mengenai adanya delapan unsur unsur seni musik yang selalu terkandung dalam sebuah karya seni musik yaitu melodi, irama, birama, harmoni, tempo, tangga nada, dinamik, dan timbre. Semua unsur tersebut selalu ada dalam sebuah karya seni musik. Dengan adanya unsur-unsur tersebut pula, maka sebuah karya dapat disebut sebagai seni musik.

SUMBER : https://www.eduspensa.id/pengertian-seni-musik/

Pengertian Seni Lukis

A. PENGERTIAN SENI LUKIS
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk. Seni lukis disajikan dalam bidang dua dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Karya dari seni lukis ini disebut dengan lukisan.
Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni LUkis
SENI LUKIS
B. KOMPONEN SENI LUKIS
Komponen seni lukis terdiri dari subyek, bentuk, dan isi. Ketiganya merupakan hal yang penting diperhatikan, karena perpaduan yang tepat ketiganyalah yang akan menghasilkan suatu karya seni lukis yang baik. Berikut ini uraian masing-masing komponen di atas:

1. Subyek
Merupakan sesuatu yang dmenjadi bentuk lukisan. Subjek dibedakan menjadi dua, yakni:
  • Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
  • Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), artinya subyek tidak terikat dengan alam.
2. Bentuk
Bentuk merupakan cara seniman mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua dimensi yang nyata.

3. Isi
Isi merupakan tujuan terakhir yang ingin dicapai seniman, yakni hasil dari kesan ungkapan eksresi melalui sebuah karya seni lukis. Pengungkapan ini biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.
Pengertian Seni Lukis, Aliran Seni Lukis, Komponen Seni Lukis
SENI LUKIS
B. ALIRAN SENI LUKIS
Perkembangan seni lukis sejak lama telah melahirkan beragam aliran seni lukis. Berikut ini macam aliran seni lukis yang menjadi acuan para seniman hingga sekarang.
1. Aliran surealisme
Aliran surealisme merupakan aliran yg erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi. Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, meskipun objek sasaran sangat natural.
Ciri-ciri:
  • Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
  • Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
  • Lukisan aneh dan asing
2. Aliran Kubisme
Aliran kubisme merupakan aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, dan aneka tampak. Teknik ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak-kotak.
Ciri-ciri:
  • Memiliki bentuk geometris
  • Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
  • Lukisan terlihat ceria
3. Aliran Romantisme
Aliran seni lukis ini berupaya melukiskan suatu peritsiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Aliran jenis ini biasanya menampilkan hal-hal yang bersifat romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran ini cenderung statis dan kaku.
Ciri-ciri:
  • Cenderung didramatisir
  • Penuh gerak dan dinamis
  • Pengaturan komposisi dinamis
  • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
  • Warna bersifat kontras dan meriah
4. Aliran Ekspresionisme
Dalam aliran seni lukis ini, seniman mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi.
Ciri-ciri:
  • Pemilihan warna diutamakan
  • Imajinasi seseorang
  • Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
  • Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
  • Ungkapan isi hati seseorang
5. Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis ini berusaha memperlihatkan lukisan berdasarkan kenyataan alam, yaitu murni berasal dari temuan objek alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail pada objeknya dan kabur.
Ciri-ciri:
  • Objek sangat alami
  • Lukisan dibuat diluar ruangan
  • Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
  • Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.
6. Aliran Pointilisme
Aliran pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan titik-titik untuk menggambarkan sebuah objek. Seni lukis aliran ini merupakan lanjutan dari seni lukis impresionalisme.
Ciri-ciri:
  • Titik-titik yang digunakan terdiri dari bermacam-macam variasi
  • Objek yang dilukis lebih jelas jika dilihat dari kejauhan
  • Objek berwarna cerah tersusun dari banyak titi-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.
7. Aliran Fauvisme
Aliran ini memberikan kebebasan bagi seniman berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuat, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna sesuka hati meski sangat kontras sekalipun dengan objeknya.
Ciri-ciri:
  • Warna lukisan cenderung liar dan kontras
  • Warna yang digunakan berbeda dengan objek
  • Penggunaan garis disederhanakan sehingga keberadaan garis yang jelas dan kuat dapat dideteksi.
8. Aliran Realisme
Aliran ini berupaya memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari tanpa ada penambahan sedikitpun.
Ciri-ciri:
  • Lukisan apa adanya
  • Tidak berlebihan dalam hal warna dan keindahan seni
  • Cenderung menyerupai bentuk alam secara akurat
  • Cenderung sesuai dengan fakta dan peristiwa yang terjadi di alam
9. Aliran Naturalisme
Aliran ini mengupayakan seniman melukiskan suatu objek secara alamiah. Meski aliran seni lukis ini mirip dengan aliran surealisme, namun aliran seni lukis ini dibuat tampak lebih indah dengan sedikit tambahan disekitar objek lukis.
Ciri-ciri:
  • Cenderung menampilkan unsur alam yang objektif
  • Tidak banyak melibatkan emosional
  • Memiliki teknik gradasi warna
  • Memiliki susunan perbandingan, perspektif, tekstur, perwarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
  • Kebanyakan bertema tentang alam
10. Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan warna dan bentuk yang acak serta tidak terbatas. Karya seni lukis murni imajinasi dari seniman sendiri.
Ciri-ciri:
  • Seni ini menampilkan unsur unsur seni rupa saja yang disusun tidak beraturan
  • Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam
11. Aliran Futurisme
Aliran seni lukis yang satu ini menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya suatu objek yang sama digambar beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri:
  • Memanfaatkan prinsip aneka tampak
  • Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
  • Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  • Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu
12. Aliran Klasikisme
Aliran seni lukis ini berhubungan dengan Yunani dan Romawi. Aliran ini menampilkan gambar secara klasik dan memiliki karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri:
  • Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
  • Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
  • Berisi cerita di lingkungan istana
  • Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis
13. Aliran Dadaisme
Aliran seni lukis ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, namun terkadang juga mengesankan.
Ciri-ciri:
  • Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
  • Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.
14. Aliran Optik art
Aliran seni lukis yang memanfaatkan ilusi mata, dimana ilusi tersebut dapat berubah menjadi imajinasi.
Ciri-ciri:
  • Aliran seni ini bersifat abstrak, formal dan eksak
  • Penggambaran objek khas berupa susunan geometris berulang. Tujuannya untuk memfungsikan kelemahan mata dengan ilusi ruang (kadang bergerak semu)
15. Aliran Primitivisme
Aliran primitivisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan yang diinginkan. Gambar yang dilukis cenderung sederhana, datar, dan dua dimensi.
Ciri-ciri:
  • Lukisan berhubungan dengan kehidupan manusia zaman dahulu yang cenderung primitif
  • Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan, dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
  • Detail objek tidak menonjol, hanya penggambaran garis minimalis berupa garis dan aksen sederhana
16. Aliran Pittura Metafisica
Aliran ini bertentangan dengan aliran kubisme dan futuristik. Penggambaran objek melalui aliran ini berhubungan sentuhan metafisika.
Ciri-ciri:
  • Objek biasanya berupa manusia yang sedang beraktivitas benda dan latar di belakangnya
  • Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang berhubungan erat dengan metafisika
17. Aliran Kontemporer
Seni lukis aliran ini tidak terikat pada peraturan dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ciri-ciri:
  • Objek yang dilukis bersifat dinamis, ekspresif, mencolok, dan bebas
  • Penggambaran objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik
18. Aliran Gotik
Aliran seni lukis ini menggambarkan objek dengan garis tebal dan bentul ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.
Ciri-ciri:
  • Objek yang dilukis biasanya merupakan tokoh suci, seperti raja, ratu, kesatria, dan lainnya
  • Lukisan ini banyak ditemukan di rumah ibadah, kerajaan, kastil ataupun bangunan klasik
C. MEDIA SENI LUKIS
Media yang diperlukan dalam pembuatan seni lukis terdiri dari alat dan bahan. Berikut ini media seni lukis, meliputi:
Pengertian Seni Lukis, Fungsi Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, Media Seni Lukis
SENI LUKIS
1. Bahan
Pada dasarnya setiap medium/bahan memiliki dua sifat dasar, yakni:
Sifat fisik, yaitu medium dapat dilihan dengan mata, permukaannya bisa kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis, dan lainnya.
Sifat estetis, yaitu sifat keindahan yang dimiliki setiap medium berbeda. Nilai estetika lukisan menggunakan media cat minyak tentu akan berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air.
Setiap bahan yang dipilih untuk karya seni lukis memiliki sifat dan karakter yang berbeda.Hal ini tidak menunjukkan bahan yang satu lebih baik dibandingkan yang lain. Pemilihan medium tidak menentukan artistik dan mahalnya suatu karya. Melainkan kreatifitas dan bakat seniman yang lebih memepengaruhi kualitas karya yang dihasilkan.
2. Alat
Pemilihan alat yang baik ialah alat yang dipilih harus sesuai dengan medium yang digunakan. Alat  yang digunakan dalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya, yaitu cat air, pensil, cat poster, pensil warna, pastel, kuas, crayon, cat akrilik, dan lainnya.
D. TEKNIK SENI LUKIS
Media yang dipilih sangat menentuk teknik seni lukis yang akan diterapkan. Berikut ini beberapa teknik seni lukis berdasarkan media yang dipilih:
1. Lukisan cat minyak (oil printing)
Lukisan ini menggunakan medium berupa tepung atau juga pasta yang dicampur dengan minyak. Alat yang digunakan ialah kuas ataupun pisau palet.
2. Lukisan cat air (water color)
Lukisan ini memakai medium cat air yang bersifat tembus pandang.
3. Lukisan arang (conte)
Teknik ini akan menghasilkan lukisan yang berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol.
4. Lukisan pastel (oil pastel)
Lukisan ini dikerjakan dengan menggunakan butiran pigmen warna yang sudah dipadatkan seperti batang kapur.

5. Lukisan azalejo
Lukisan ini dikerjakan dengan cara menempelkan potongan dari sebuah bentuk tertentu dengan pola gambar yang sesuai.
6. Lukisan tempera
Lukisan ini dibuat ditembok setelah tembok kering. Adapun persiapan yang dilakukan ialah cat yang akan digunakan diaduk dengan perekat, bisa juga dicampur dengan putih telur sehingga hasilnya nampak cat minyak.
7. Lukisan al-fresco
Al-fresco berarti fresh atau segar. Media yang digunakan biasanya untuk lukisan dinding (mural).
8. Lukisan al-secco
Serupa dengan media yang digunakan pada lukisan al-fresco. Hanya saja, lukisan ini dibuat setelah dinding/tembok mengering.
E. FUNGSI SENI LUKIS
Seni lukis memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
1. Fungsi Primer
Peran seni lukis sebagai fungsi primer ialah mengungkapkan perasaan dan ekspresi pribadi dari seorang seniman lukis.
2. Fungsi Sekunder
Peran seni lukis sebagai fungsi sekunder maksudnya seni lukis tidak hanya sebagai ungkapan ekspresi diri, melainkan juga untuk kepentingan pihak luar dan sarana komunikasi.
3. Fungsi Fisik
Karya seni lukis yang mengutamakan fungsi kegunaaannya dapat dijadikan sebagai penghias ruangan tertentu untuk menambah nilai estetika ruangan.
 
SUMBER : 

Seni Rupa

halo- jumpa lagi bersama hidup simpel, kali ini kita bahas tentang materi seni rupa beserta Pengertian Jenis unsur fungsi manfaat dan contohnya. Banyak diantara kita sudah tahu apa itu seni rupa, misalnya seperti lukisan yang biasa kita lihat di pameran seni, bahkan ada karya lukisan tertentu yang harganya mampu menembus hingga miliaran rupiah.
Penasaran kan? tapi itu kita bahas di akhir saja. Kita bahas terlebih dahulu materi seni rupa.
Berikut penjelasannya

Pengertian Seni Rupa

pengertian seni rupa
pixabay.com
Seni rupa adalah cabang dari seni untuk menghasilkan karya seni dengan ekspresi  dan kualitas yang bisa dilihat oleh indera penglihatan dan diraba oleh indera peraba (wikipedia).
Jadi seni rupa lebih menuju keindahan visual dibandingkan daripada keindahan indera yang lainnya. Secara kasar seni rupa jika diterjemahkan ke Bahasa Inggris adalah fine art. Namun seiring berkembangnya seni modern artifine art lebih condong ke seni rupa murni dan kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa sendiri adalah elemen yang membangun perwujudan dari karya seni rupa. Meskipun suatu seni rupa sangat sederhana, tetapi tetap ada unsur di dalamnya. Karena ada unsurnya lah kita dapat suatu kesan dari suatu karya seni rupa dan bisa menikmatinya.
Berikut unsur-unsur seni rupa yang ada

1. Titik

unsur titik dalam seni rupa
wonderopolis.org
Titik merupakan elemen atau unsur paling dasar dalam seni rupa. Membuat titik bisa dilakukan dengan jarak lebar atau jarak sempit antar titik. Titik bisa berukuran besar atau kecil dengan variasi warna berbeda tergantung kebutuhan atau dikenal istilahnya dengan teknik Pointilisme.

2. Garis

unsur bidang dalam seni rupa
masterbama.blogspot.com
Kalau titik-titik digabung berarti kita menamankannya sebagai garis. Garis banyak jenis-jenisnya diantaranya lurus, pendek, panjang, lebar, horizontal, vertikal, diagonal, dan seterusnya.
Masing-masing jenis garis tersebut mewakili kesan tersendiri terhadap seni rupa.
Misalnya:
  1. Garis lurus berkesan tegak dan keras
  2. Garis patah-patah terkesan kaku
  3. Garis lengkung berkesan lembut dan lentur
  4. garis spiral berkesan lentur
  5. Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan
  6. Garis halus, melengkung-melengkung berirama melambangkan kelembutan kewanitaan.
  7. Garis miring, melambangkan akan kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  8. Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.
Garis memiliki wujud seperti
  1. Garis nyata, garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung
  2. Garis semu, garis yang muncul karena terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang

3. Bidang

 bidang dalam seni rupa
senipandai.blogspot.co.id
Bidang merupakan hasil bentukan dari pertemuan ujung-ujung dari beberapa garis atau bisa juga hasil dari sapuan warna. Terdiri dari sisi panjang dan lebar dengan berbagai ukuran, bidang juga bisa diamati secara langsung di setiap karya seni rupa.
Berdasarkan bentuknya bidang terdiri dari bidang geometris, bidang biomorfis (organis, bidang tidak beraturan dan bidang tidak beraturan. Di setiap bentuk bidang memiliki lebar, tinggi dan panjang dan beberapa dari bidang juga terdapat isi dan volume.

4. Bentuk

bentuk dalam seni rupa
niagahoster.co.id
Perwujudan nyata dari suatu karya dan terbentuk dari gabungan berbagai bidang. Bentuk dalam seni rupa dibagi menjadi dua yaitu dan shape dan form. Shape adalah bentuk yang tidak memiliki unsur penjiwaan  dan hanya sekedar dilihat sifat bentuknya saja seperti ornamen, melingkar, dll. Sedangkan form tidak hanya dilihat saja tetapi juga terdapat unsur nilai di dalamnya.
Untuk pengelompokan dibagi 2 macam yaitu:
a. Geografis. Bentuk yang dibuat dengan perhitungan seperti bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok. Untuk bentuk silindris, contohnya tabung, bola dan kerucut.
b.Nongeometris. Bentuk yang meniru objek di alam, seperti manusia,  hewan dan tumbuhan.

5. Ruang

ruang dalam seni rupa
ishar105.blogspot.com
Ruang merupakan unsur seni rupa dari kumpulan dimensi yang terdiri dari panjang lebar dan tinggi serta memiliki dua sifat.
Ruang bersifat semu atau tidak nyata apabila dalam seni rupa dua dimensi, contohnya ruangan yang terkesan dari seni rupa.
Sedangkan ruang bersifat nyata dalam seni rupa tiga dimensi contohnya ruangan kamar dan ruangan patung.

6. Warna

warna dalam seni rupa
aetherforce.com
Kita tahu warna, warna merupakan unsur seni rupa yang  bisa membuat seni rupa ada kesan, ekspresif dan terasa hidup. Warna dipelajari dengan dua teori yaitu teori warna terhadap cahaya yang terdiri dari 7 spektrum warna dan teori pigmen warna. Kita akan pelajari dulu teori tentang pigmen warna yang terdiri dari beberapa jenis yaitu:
  1. Warna Primer. Warna ini adalah warna asli dan bukan merupakan campuran dari warna lain. Hanya ada 3 yaitu merah, kuning dan biru
  2. Warna Sekunder. Warna yang merupakan hasil dari 2 campuran warna primer
  3. Warna Tersier. Warna yang merupakan hasil dari campuran warna sekunder
  4. Warna Analogus. Deretan warna yang letaknya berdampingan dalam satu lingkaran warna atau berdekatan. Contohnya deretan warna hijau ke warna kuning
  5. Warna Komplementer. Warna kontras dan letaknya berseberangan yang dibentuk dalam satu lingkaran warna. Contohnya warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.

7. Tekstur

teksture dalam seni rupa
pexels.com
Tekstur adalah sifat permukaan bidang atau benda yang bisa dilihat dan diraba. Sifatnya bisa berkesan halus, kasar, licin, kusam, dan sebagainya.
Jenis tekstur dalam seni rupa ada 2 yaitu nyata dan semu.
Tekstur nyata dimana sifat permukaannya menunjukkan kesan yang sebenarnya atau rasanya sama antara dilihat dan diraba.
Sedangkan teksur semu dimana kesan permukaannya dapat berbeda antara dilihat dan diraba. Tekstur berguna untuk memberikan karakter dan kesan tertentu pada bidang permukaan agar bisa menghasilkan nilai estetika.

8. Gelap Terang

gelap terang dalam seni rupa
ragamseni.com
Gelap Terang adalah intensitas cahaya dengan tujuan supaya seolah-olah objek nyata atau untuk memperdalam kesan seni tersebut. Intensitas cahaya besar maka terang, intensitas cahaya kecil maka gelap.
Teknik gelap terang ada 2 diantaranya chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yaitu bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi. Selain itu juga untuk menentukan gelap terang dengan cara memilih warna yang pas.

Jenis-jenis  Seni Rupa

jenis jenis seni rupa
homeexsis.blogpsot.com
Jenis-jenis seni rupa ada 3 yaitu berdasarkan wujudnya, waktu/masanya dan terakhir berdasarkan fungsinya. Berikut jenis-jenis seni rupa:
1. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Dimensinya
  1. Seni Rupa Dua Dimensi atau Dwimatra adalah karya seni rupa yang terbentuk dua ukuran, yaitu panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari arah depan.  Contoh seni rupa dua dimensi adalah seni lukis, seni batik, sketsa, dan seni ilustrasi.
  2. Seni Rupa Tiga Dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga unsur yaitu panjang, lebar, dan tinggi serta memiliki unsur kesan ruang, bentuk, dan volume dan bisa dilihat dari segala arah. Contohnya bonsai, patung, seni keramik, diorama dan yang lainnya.
2.Jenis Seni Rupa Berdasarkan Masanya
  1. Seni Rupa Tradisional, Seni rupa zaman dahulu yang sudah memiliki aturan dan pakem tersendiri dan bersifat statis maksudnya baik bentuk maupun gayanya tidak mengalami perubahan. Aspek seni rupa tradisional ini dipertahankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi sampai saat ini.
  2. Seni Rupa Modern, merupakan karya seni terbaharui dari seni rupa tradisional yang mana aturan ataupun pola-pola yang ada sudah di ubah dan mengandalkan kekreatifitasan pembuat seni rupa atau bersifat individualis. Contoh seni rupa modern diantaranya adalah lukisan, grafis, patung dan kriya.
  3. Seni Rupa Kontemporer, adalah karya seni yang muncul karena trend atau kondisi waktu dan bersifat kekinian.
3. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya
  1. Seni Rupa Murni adalah karya seni rupa yang dibuat hanya untuk nilai estetika dan ide saja pembuat saja, bukan untuk dipakai.
  2. Seni Rupa Terapan, adalah seni rupa yang lebih bertujuan untuk nilai pakai. Contohnya keramik, poster, senjata tradisional dan lain-lain.

Bidang seni rupa

bidang seni rupa
beritadaerah.co.id
Seni rupa banyak sekali cabangnya, tidak hanya yang kita kenal seperti seni lukis maupun seni ukir. Berikut Mr Simpel rangkum bidangnya:
1.Seni rupa murni
Seni lukis
Seni grafis
Seni patung
Seni instalasi
Seni pertunjukan
Seni keramik
Seni film
Seni koreografi
Seni fotografi
 2.Desain
Arsitektur
Desain grafis
Desain komunikasi visual
Desain interior
Desain busana
Desain produk
 3.Kriya
Kursi rotan sebagai hasil karya kriya
Kriya tekstil
Kriya kayu
Kriya keramik
Kriya rotan
Kriya Logam
Kriya Kulit
Kriya Bambu

Fungsi Seni Rupa

materi seni rupa
hdwalpappersview.blogspot.com
a. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Fitrah dan hakikatnya manusia adalah menyukai hal-hal yang indah dan juga butuh benda yang bisa dipakai. Selain berfungsi sebagai estetika seni, fungsi seni rupa terapan adalah juga pemuas kebutuhan fisik dan memberi kenyamanan. Contohnya seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/textile, seni kerajinan tangan, daan sebagainya.
b. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional
Seni rupa juga berfungsi sebagai pemenuhan terhadap kebutuhan emosional manusia. Manusia memiliki banyak sekali perasaan, terkadang dia sedih, senang, malas, semangat dan sebagainya. Jika dia sedih dan bosan maka dia perlu hiburan, dan salah satu hiburannya adalah seni rupa karena memang seni rupa bersifat menyenangkan, dan rekreatif.
Contohnya mengalami keletihan sehingga membutuhkan rekreasi seperti teater, menonton biskop, konsert, pameran seni dll.
c. Fungsi Komunikasi
Manusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya, dan alat komunikasi yang sering mereka gunakan adalah bahasa. Sayangnya setiap wilayah di dunia ini bahasanya berbeda-beda, maka dibutuhkan bahasa yang universal, dan salah satu bahasa yang universal adalah seni rupa. Seni rupa termasuk bahasa universal karena mampu menembus batas-batas universal ataupun perbedaan lahiriah tiap manusia.
d. Fungsi Edukasi
Selain nilai estetika ternyata seni juga berfungsi sebagai nilai etika. Seni bisa memberikan informasi baik tersirat maupun tersurat membimbing dan mendidik tingkah laku kita menuju kondisi lebih baik. Contohnya seperti seni pertunjukan wayang, selain juga berfungsi menghibur seni wayang juga terkandung pesan dan amanat di dalamnya.
e. Fungsi Agama
Ternyata seni rupa juga merupakan bagian seni dari agama. Seni rupa berfungsi untuk menyampaikan pesan yang diinginkan agama untuk umatnya. Contohnya di agama Islam ada seni kaligrafi. Selain biasanya untuk mempercantik masjid-masjid dan lainnya, kaligrafi juga beberapa tulisannya bertulis lafadz al qur’an jadi juga merupakan sarana dakwah.
Demikianlah materi tentang seni rupa mulai dari pengertian, jenis, fungsi, manfaat dan contohnya. Terima kasih

SUMBER : https://hidupsimpel.com/materi-seni-rupa/

Seni Rupa Modern

Pengertian Seni Rupa Modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu daerah atau adat, tetapi tetap berdasarkan sebuah filosofi dan masih masuk aliran seni rupa. Seni rupa modern adalah suatu karya seni rupa hasil kreativitas untuk menciptakan suatu karya yang baru atau bisa dikatakan karya seni rupa pembaruan.

Mengkaji fenomena seni rupa modern, tentu bermula dari jasa kaum impresionisme Prancis, yang menyelenggarakan pameranpameran mereka pada tahun-tahun 1874, 1877, 1879, 1880, 1881, 1882, dan 1886. Meskipun dalam tubuh impresionisme terjelma beberapa keunikan individu, tapi secara keseluruhan kelompok ini menunjukkan kesatuan sikap, yakni pemberontakan terhadap kaum akademis, seperti Jaques Louis David dan Jean Augustie Dominique Ingres.

Dalam tahun 1876 kritikus Duranty menulis “Dari intuisi ke intuisi, secara bertahap mereka tiba pada dekomposisi sinar matahari menjadi lapisan spektrum dan elemennya, kemudian mengkonstruksikannya menjadi kesatuan dengan keselarasan baru, bagaikan warna pelangi yang bertaburan di atas kanvas mereka.”

Ciri-ciri Seni Rupa Modern 
1. Tidak ada unsur ornament
2. Universal
3. Fungsionalitas diprioritaskan
4. Orisinalitas/ kemurnian/ purity
5. Penguatan dalam konsep
6. Tidak terikat pada hal-hal tertentu.
7. Minimalis
8. Rasionalitas/Rationality
9. Dominan bentuk-bentuk geometris
10. Kreativitas
11. Adanya Unsur-unsur Modernisme (Eksperimen, Inovasi, Kebaruan, Orisinalitas)
12. Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.

Aliran Seni Rupa Modern
Ada banyak sekali aliran seni rupa modern yang ada di dunia ini. Berikut ini adalah beberapa contoh aliran seni rupa modern:
1. Pop Art
Pop Art adalah produk sistem perekonomian kapitalis, di mana segala hal dalam kehidupan ini, termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah realitas simbolisme diusahakan menjadi komoditi yang bisa dijual ke pasar luas. Oleh karena itu logika produk kesenian yang lahir dari sistem perekonomian ini adalah logika pasar, bukan logika artistik.

Dengan demikian, dalam dunia pop art, eksistensi sang pencipta juga tidak terlalu penting, yang lebih diperlukan adalah produknya yang bisa dikemas sebagai komoditi dan dijual ke pasar luas. Kecuali sosok seniman itu juga merupakan komoditi yang bisa dijual. Dengan kata lain rekayasa citra tentang dirinya lebih penting ketimbang pribadi seniman, karena semakin besar liputan media yang dia peroleh semakin laris karya-karyanya di pasar luas. alam bidang seni rupa, tampil seniman por art seperti Andy Warhol, Roy Lichtenstein, Tom Wesselmann, dan kawan-kawan.

Dalam seni music pop menunjukkan pada berbagai jenis music yang popular dalam masyarakat. Pop juga tampil dalam seni patung, poster, desain, seni grafiti, fashion, dan sebagainya. Pop Art dipandang pula sebagai salah satu manifestasi subkultur, gerakan cultural generasi muda. Pop identik dengan gaya hidup generasi muda dengan karakteristik perlawanan kepada kemapanan norma-norma masyarakat yang berlaku.

2. Seni Kontemporer
Pada Encylopedia The World Art Estetika Kontemporer disebutkan, bahwa estetika yang baru ini bertujuan untuk memfilsafatkan dalam pengertian anti metafisik, dan kemudian membedakannya dari estetika-estetika sebelumnya. Namun dia tidak akan membuang prinsip kategori-kategori, dan sebagai akibatnya menciptakan konsep mendua dan ragu tentang pengertian filsafat. Sementara Klaus Honnef mengidentifikasi seni rupa kontemporer sebagai perubahan paradoksal dari avant garde ke post avant garde, sedangkan John Grifith dan Endrew Benyamin menganggap seni rupa kontemporer bertentangan secara diametral dengan modernisme yang percaya pada universalisme. Seni rupa kontemporer tidak percaya lagi pada pusat-pusat perkembangan di mana pun, sebaliknya percaya pada perkembangan seni rupa dalam batas-batas kenegaraan.

Menurut teoretikus Jerman Udo Kulterman pengertian kontemporer dekat dengan paham posmodern dalam arsitektur, paham baru ini menentang kerasionalan modernisme yang dingin dan berpihak pada simbolisme instingtif. Dalam terori yang lebih baru tercatat prinsip pluralisme yang terbanyak mendasari pengertian kontemporer sekarang ini.

Dari berbagai keterangan di atas dapat ditentukan adanya dua paradigma aktivitas seni kontemporer. Pertama kelompok yang mementingkan aktivitas seni sebagai aktivitas mental senimannya. Kedua kelompok yang mementingkan aktivitas seni ditujukan bagi kepentingan masyarakat. Scruton melihat kecenderungan persepsi seperti itu sebagai sesuatu yang menyulitkan dalam penilaian estetik.

3. Seni Konseptual

Konseptual adalah sesuatu yang berkaitan dengan konsep. Konsep atau ide adalah hal yang penting dalam penciptaan seni. Seni konseptual disatukan oleh satu sikap penggunaan bahasa verbal dan non verbal, analogi atau ilmu bahasa menjadi esensi dan seni.

Seni konseptual sangat kontroversial, menjungkirbalikkan segala kemapanan seni (nilai-nilai, gaya, galeri, pasar seni dan sebagainya). Para seniman konseptual menggunakan semiotika, feminisme dan budaya populer dalam berkarya, sehingga berlainan sekali dengan karya-karya seni konvensional. Karena itu konseptualisme akhirnya menjadi paham pemikiran yang memayungi bentuk-bentuk seni yang tidak berwujud piktorial dan skulptural seperti Body Art, Eart Art, Vidoe Art, Performance Art, Process Art, Instalation Art dan lain-lain.

Seni konseptual menemukan spektrum baru dalam seni rupa, sebagai pengganti kiasan atau pantun dalam bahasa, surat kabar, majalah, periklanan, pos, telegram, buku-buku, katalogus, foto kopi, film, video, anggota badan, bahkan dunia ini bisa dijadikan medium atau objek seni. Sejak kehadiran seni konseptual batas-batas antara seni secara fisik mulai kabur, sebab seni konseptual mengakses hamper semua bentuk seni dan non seni.

Contoh Karya Seni Rupa Modern

Berikut ini adalah Contoh seni rupa modern:

Lukisan “Impression-sunrise” oleh Claude Monet
Lukisan “Impression-sunrise” oleh Claude Monet 
  
Lukisan “A Modern Olympia” oleh Paul Cezanne
Lukisan “A Modern Olympia” oleh Paul Cezanne  
 
Lukisan “The Dance of the Veils” oleh Pablo Picasso
Lukisan “The Dance of the Veils” oleh Pablo Picasso 
  
Lukisan “Le dejeuner sur I’herbe” oleh Edouard Manet
Lukisan “Le dejeuner sur I’herbe” oleh Edouard Manet  
  
Lukisan “The Oath of the Horatii” oleh Jacques-Louis David
Lukisan “The Oath of the Horatii” oleh Jacques-Louis David 
 
Lukisan “Blue and Green Music” oleh Georgia O’Keefee
Lukisan “Blue and Green Music” oleh Georgia O’Keefee 
Lukisan “The Dance” oleh Henri Matisse
Lukisan “The Dance” oleh Henri Matisse 

Fungsi dan Tujuan Seni Modern
  1. Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik yaitu munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain lainnya seperti alat-alat transportasi, fashion dan lain lain. Psikis yaitu Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni, karena muncul berbagai aliran baru seperti pada seni lukis dan cabang seni lainnya. 
  2. Meningkatkan popularitas para seniman, karena seni modern selalu menyertakan nama senimannya pada setiap karya yang diciptakan. 
  3. Memberikan kemudahan masyarakat, karena banyak penemuan-penemuan baru dari hasil eksperimen para seniman modern. 

SUMBER :
 http://pusatinformasi212.blogspot.co.id/2017/03/seni-rupa-modern-pengertian-contoh-ciri-ciri-fungsi.html