This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pengertian Seni Rupa 2 Dimensi

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang membentuk suatu karya seni menggunakan media yang dapat dilihat oleh indra penglihatan dan dapat dirasakan melalui indra peraba. Jika dilihat dari bentuknya, seni rupa dibagi menjadi dua jenis, yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi.
Seni rupa 2 dimensi adalah suatu karya seni yang hanya memiliki dua sisi, yaitu sisi lebar dan panjang. Seni rupa 2 dimensi ini tidak memiliki ruang karena tidak memiliki ketinggian atau ketebalan. Sedangkan seni rupa 3 dimensi tidak hanya terdiri sari panjang dan lebar saja, melainkan memiliki ruang atau volume.
Dalam artikel ini, kita akan membahas seni rupa 2 dimensi terlebih dahulu secara detail. Berikut penjelasan mengenai seni rupa 2 dimensi, baik unsur-unsur seni rupa 2 dimensi hingga contoh seni rupa 2 dimensi.

Contoh Seni Rupa 2 Dimensi

Sering kita melihat sebuah karya seni dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kebanyakan dari kita hanya tahu mengenai jenis karya seni tersebut, seperti lukisan, poster, keramik, dan sebagainya. Tetapi, sedikit dari kita mengetahui kategori dari karya seni tersebut.
Karya seni rupa jika dilihat dari segi bentuknya dibagi menjadi dua, yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Apa saja yang termasuk dalam karya seni rupa 2 dimensi, berikut contoh-contohnya.

Lukisan

mashuripelukis.wordpress.com
mashuripelukis.wordpress.com
Lukisan adalah suatu karya seni rupa 2 dimensi yang dibuat menggunakan media seperti kanvas, kertas, hingga dinding. Proses pembuatan lukisan sendiri adalah dengan memoleskan cat menggunakan kuas lukis, pisau pelet, atau peralatan lainnya di atas media yang digunakan hingga membentuk suatu gambar.
Hal yang menarik dari lukisan adalah nilai yang terkandung dalam suatu lukisan tersebut. Oleh karena itu, dalam pembuatanya dibutuhkan suatu imaginasi tingkat tinggi serta skill yang mumpuni untuk menghasilkan lukisan yang luar biasa.

Seni Grafis

sen1budaya.blogspot.com
sen1budaya.blogspot.com
seni grafis adalah suatu cabang seni rupa dimana dalam pembuatannya membutuhkan alat bantu. Dalam hal ini, fotografi termasuk dalam kategori seni grafis dimana dalam pembuatannya atau pengerjaannya membutuhkan kamera sebagai alat bantunya.

Kaligrafi

lagukenangantop.blogspot.com
lagukenangantop.blogspot.com
Kaligrafi adalah suatu karya seni artistik bahasa arab. Dalam pembuatannya, kaligrafi merupakan suatu bentuk utama ekspresi seni dalam hal keagamaan dan budaya islam. Biasanya, kaligrafi ini mudah kita temukan di masjid dan salah satu contoh kaligrafi yang sudah terkenal adalah kaligrafi sufi.

Seni Fotografi

letslookcloser.wordpress.com
letslookcloser.wordpress.com
Fotografi termasuk dalam seni grafis dimana dalam perkembangannya, fotografi semakin banyak diminati oleh banyak orang. Hal ini disebabkan oleh semakin mudahnya dan semakin canggihnya alat bantu yang digunakan, yaitu kamera.
Saat ini, hampir semua handphone dilengkapi dengan kamera. Sehingga kapan saja dan dimana saja orang bisa mengekspresikan diri menggunakan kamera tersebut. Secara tidak sadar mereka sudah menghasilkan suatu karya seni, yaitu seni fotografi.

Seni Mozaik

gustiayumade.blogspot.com
gustiayumade.blogspot.com
Seni mozaik adalah suatu karya seni dimana cara pembuatannya dengan menyusun suatu benda yang dijadikan bahan seperti pecahan kaca, kulit telur, serpihan kayu, keramik, dan benda lainnya membentuk sesuatu yang menyerupai wujud tertentu dan memiliki nilai estetis yang tinggi.

Poster

www.robinwood.de
www.robinwood.de
Poster adalah suatu karya seni yang dibuat diatas kertas membentuk suatu wujud dimana wujud tersebut memberikan informasi, baik informasi berupa propaganda hingga suatu ajakan.
Poster saat ini termasuk seni rupa 2 dimensi yang cukup efektif digunakan sebagai iklan suatu produk atau lainnya dimana fungsinya lebih jenderung untuk mempengaruhi seseorang.

Banner

undangan.me
undangan.me
Banner termasuk dalam seni grafis dimana cara pembuatannya menggunakan teknik printing dan hasilnya memiliki nilai estetis. Sama halnya dengan poster, banner juga sangat efektif digunakan sebagai iklan, baik iklan suatu produk maupun lainnya dengan tujuan mempengaruhi orang.
Jika dibandingkan dengan poster, banner lebih efektif untuk periklanan karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan poster.

Batik

www.123rf.com
www.123rf.com
Kamu tentu tahu apa itu batik? Batik merupakan suatu gambar khas yang biasanya dibuat diatas kain dimana pembuatannya menggunakan teknik canting dan printing. Batik termasuk suatu seni yang saat ini sudah di akui oleh UNESCO dan termasuk budaya non benda asli dari Indonesia warisan nenek moyang bangsa ini.
Sebelum diakui oleh UNESCO, batik termasuk suatu seni yang kuno dan terkesan kolot, namun setelah dilakukan sosialisasi dan berbagai inovasi, batik memiliki daya tarik yang cukup tinggi, baik dikalangan anak muda hingga orang tua. Selain itu, batik juga sudah di kenal di penjuru dunia dan banyak yang menyukai batik ini.

Karikatur

www.gambarzoom.com
www.gambarzoom.com
Karikatur adalah suatu gambaran konkret suatu objek dimana objek tersebut dibuat dengan cara melebih-lebihkan objek yang dibuat tersebut. Hal ini sesuai dengan makna karikatur itu sendiri yang diambil dari Bahasa Italia, yaitu caricare yang berarti melebih-lebihkan.
Karikatur biasanya menggambarkan subjek yang dikenal dengan maksud menimbulkan kelucuan bagi subjek tersebut. Namun seiring perkembangan zaman, karikatur saat ini digunakan juga untuk suatu kritikan sosial dan politis.

Desain

rumahmasadepan.com
rumahmasadepan.com
Desain adalah suatu proses guna bertujuan untuk membuat dan menciptakan suatu objek baru. Proses desain pada umumnya memperhitungkan berbagai aspek, seperti fungsi, estetika, dan sebagainya dengan sumber data yang didapat dari hasil penelitian, pemikiran, brainstorming, maupun hasil dari desain sebelumnya.

Logo

baykristiawan.wordpress.com
baykristiawan.wordpress.com
Logo adalah suatu gambar atau sketsa yang dijadikan simbul suatu organisasi, perusahaan, hingga perorangan guna menggambarkan makna yang ingin disampaikan melalui logo tersebut.
Melalui logo, orang akan langsung tahu mengenai organisasi, perusahaan, atau perorangan tersebut. Bahkan, melalui logo, suatu organisasi, perusahaan, atau perorangan lebih mudah di kenal oleh banyak orang.

Teknik–teknik dalam Seni Rupa 2 Dimensi

Dalam pembuatannya, seni rupa 2 dimensi membutuhkan suatu teknik-teknik khusus. Apa saja teknik khusus yang perlu dimiliki atau dikuasai dalam membuat kesenian seni rupa 2 dimensi? Berikut beberapa teknik yang perlu dikuasai dalam membuat karya seni rupa 2 dimensi.

Teknik Plakat

Teknik plakat termasuk teknik yang sangat penting untuk dikuasai oleh para pelukis. Karena teknik plakat ini seringkali digunakan untuk melukis. Dalam menerapkan teknik plakat ini biasanya menggunakan alat bantu seperti cat minyak atau cat poster.

Teknik Transparan

Teknik transparan adalah teknik yang cara melakukannya dengan digoreskan. Sehingga menghasilkan tekstur tipis dan transparan. Biasanya, teknik ini digunakan untuk melukis atau meggambar menggunakan cat air. Jadi, sesuai dengan namanya, teknik ini akan menghasilkan sesuatu yang tidak terlalu tebal atau transparan karena sekedar goresan saja.

Teknik Kolase

Teknik kolase adalah teknik melukis yang dilakukan dengan cara memotong kertas dan menempelnya pada suatu objek tertentu sehingga menghasilkan sebuah lukisan. Biasanya teknik ini disebut juga sebagai istilah mozaik.

Teknik 3M (Melipat, Menggunting, Merekatkan)

Teknik 3 M adalah teknik melipat, menggunting, dan merekatkan. Teknik ini manipulasi lembaran kertas yang disusun sehingga membentuk seni rupa 2 dimensi.

Unsur-unsur Seni Rupa 2 Dimensi

Suatu seni rupa 2 dimensi bisa menjadi karya seni karena terbentuk dari unsur-unsur. Apa saja unsur-unsur dalam seni rupa 2 dimensi tersebut? Berikut penjelasan lebih detail mengenai unsur-unsur seni rupa 2 dimensi.

Titik atau Bintik

Titik atau bintik adalah suatu unsur seni rupa 2 dimensi yang paling dasar atau paling kecil. Semua bentuk seni rupa 2 dimensi yang dihasilkan berasal dari titik. Namun, titi ini juga dapat menjadi perhatian tersendiri jika berkumpul atau memiliki warna yang berbeda-beda dari yang lainnya.

Garis

Garis adalah suatu goresan yang dibuat dengan tujuan untuk memberi batas terhadap sebuah warna, tekstur, ruang, bidang, dan lainnya. Garis memiliki dimensi panjang dengan arah tertentu disertai bebagai sifat seperti memanjang, pendek, tebal, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, miring, bergelombang, dan sebagainya.
Garis dapat memberikan kesan suatu gerak, simbol, ide, serta kode-kode tertentu yang ingin disampaikan oleh pembuatnya.

Bidang

Bidang adalah unsur seni rupa yang dibuat dari berbagai garis. Jadi, garis-garis yang dibuat akan membentuk bidang. Bidang juga memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi.
Berdasarkan bentuknya, bidang terbagi menjadi 4 jenis, yaitu bida biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang bersudut, dan bidang tidak beraturan. Keempat bidang tersebut dapat tercipta jika terdapat dua ujung garis yang saling berpotongan atau bertemu. Selain itu, bidang juga bisa tercipta karena sapuan gradasi warna yang dibatasi oleh kontur bidang 2 dimensi.

Bentuk

Menurut bahasa, bentuk memiliki pengertian bentuk plastis (form) atau bangun (shape). Plastis adalah gambaran dari bentuk suatu benda yang dapat dilihat dan dirasa karena adanya nilai dalam benda tersebut, seperti kursi, meja, lemari, dan sebagainya. Sedangkan bangun merupakan gambaran benda yang polos dimana hanya sejedar menyebut bentuknya yang panjang, bulat, kotak, lonjong, dan sebagainya. Jadi, bentuk adalah gambaran benda yang tidak hanya memiliki bentuk saja, melainkan peranan dari benda tersebut.

Tekstur

Tekstur adalah sifat dari permukaan suatu benda. Tekstur dari suatu benda memiliki kesan yang berbeda-beda, seperti kesan kasar, halus, licin, mengkilap, dan sebagainya. Kesan-kesan tersebut dapat dirasakan melalui indra penglihatan dan indra peraba. Oleh karena itu, tekstur dibagi menjadi dua macam, yaitu tekstur maya dan tekstur nyata.
Tekstur maya adalah tekstur suatu benda dimana benda tersebut memiliki kesan yang berbeda antara yang dilihat dengan yang diraba. Sedangkan tekstur nyata adalah tekstur suatu benda dimana kesan yang didapat dari penglihatan dan perabaan sama.

Warna

Warna merupakan suatu unsur visual yang berkaitan dengan bahan yang digunakan dimana keberadaannya ditentukan oleh pigmennya. Dilihat dari teorinya, warna dapat kita pahami menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan halus dan pendekatan pigmen warna. Pada kali ini, kita akan membahas warna melalui pendekatan teori pigmen.
Warna primer
Warna primer merupakan suatu warna dasar. Warna dasar tersebut terdiri dari 3 warna, yaitu merah, kuning, dan biru.
Warna sekunder
Warna sekunder merupakan warna yang dihasilkan dari percampuran dua warna atau lebih warna primer.
Warna tersier
Warna tersier merupakan warna yang dihasilkan dari percampuran dua warna atau lebih warna sekunder.
Warna analogus
Warna analodus merupakan rentetan warna dimana posisinya bersebelahan dalam lingkaran warna, seperti warna ungu ke merah-merahan, warna hijau ke kuning-kuningan, dan sebagainya.
Warna komplementer
Warna komplementer merupakan kebalikan dari warna analogus. Warna komplementer merupakan warna kontras dimana posisinya berseberangan dengan lingkaran warna, seperti warna merah dengan hijau, warna kuning dengan ungu, dan sebagainya.

Gelap Terang

Gelap dan terang dalam karya seni rupa 2 dimensi meperlihatkan perbedaan antara sisi terang dan gelap suatu benda yang dilukiskan atau digambarkan. Sedangkan dalam seni rupa 3 dimensi, gelap dan terang memperlihatkan suatu kesan ruang atau kedalaman suatu karya seni tersebut.

Ruang (kedalaman)

Ruang dalam suatu karya seni rupa 2 dimensi adalah lebih mengacu pada luas bidang gambar itu sendiri. Jadi, ruang dalam karya seni rupa 2 dimensi bisa dikatan semu atau maya karena hanya didapatkan dari kesan yang disampaikan dari penggambaran dan gradasi warna suatu karya seni. Sedangkan ruang dalam karya seni rupa 3 dimensi dapat dirasakan secara langsung seperti halnya kita berada di suatu ruangan rumah, gendung, dan sebagainya.

Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi

Jika kita lihat secara keseluruhan, banyak sekali tokoh seni rupa 2 dimensi yang membuat karya-karya indah. Namun, terdapat 2 tokoh lokal dan internasional yang sangat terkenal dalam karya seni rupa 2 dimensi. Tokoh tersebut adalah Raden Saleh Sjarif Boestaman dan Vincent van Gogh.

Raden Saleh Sjarif Boestaman

Raden Salehh merupakan tokoh seni rupa 2 dimensi yang lahir di Semarang pada tahun 1807 dan meninggal di Bogor pada tahun 1880. Bakat yang dimiliki Raden Saleh sudah terlihat sejak ia masih kecil. Bakat Raden Saleh kemudian diasah dan didampingi oleh pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen. Melalui gurunya tersebut, kemampuan Raden Saleh dalam melukis semakin meningkat. Berikut salah satu contoh lukisan dari Raden Saleh.
Contoh lukisan Raden Saleh
poscampur.org
poscampur.org

Vincent van Gogh

Vincent Willem van Gogh merupakan salah satu pelukis terbesar dalam sejarah kesenian di Eropa. Vincent lahir pada tanggal 30 Maret 1853 dan meninggal pada tanggal 29 Juli 1890. karya-karyanya sangat dikenal luas di Eropa. Berikut salah satu karya lukisan Van Gogh.
Contoh Lukisan Van Gogh
dunialukisan-javadesindo.blogspot.com
dunialukisan-javadesindo.blogspot.com

Pengertian Seni Teater

Pengertian Seni Teater Secara Umum dan Jenisnya

Seni teater adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, seni teater adalah sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Kata teater diambil dari bahasa Yunani, theatron, yang artinya tempat atau gedung pertunjukan.


Hasil gambar untuk Seni teater

Istilah ‘teater’ dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas, pengertian seni teater adalah seluruh adegan akting dan peran yang dipertunjukan di atas panggung di depan banyak penonton. Contohnya ketopak, wayang, sintren, dagelan, akrobat.
Sedangkan secara sempit, pengertian seni teater adalah adegan tentang perjalanan hidup seseorang yang dibuat sedemikian rupa sehingga patut untuk dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung pertunjukan dan didramakan sesuai dengan naskah yang telah dibuat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teater adalah:
  • gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara, dan sebagainya
  • ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk peragaan ilmiah
  • pementasan drama sebagai suatu seni atau profesi; seni drama; sandiwara; drama
Sedangkan teater sering disebut juga dengan drama dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, drama adalah:
  • komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan
  • cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater
  • kejadian yang menyedihkan.
Berikut merupakan pengertian seni teater atau drama menurut para ahli:
  • Moulton : kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan.
  • Balthazar Vallhagen : kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.
  • Ferdinand Brunetierre : sebuah kehendak yang dilakukan dengan aksi atau gerak.
  • Anne Civardi : kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan.
  • Budianta : genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.
  • Seni Handayani dan Wildan : bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dia, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
Begitu banyak pengertian seni teater. Namun, kata kunci yang dapat diambil dari banyaknya definsi di atas: seni teater adalah sebuah kesenian yang berasal dari naskah yang didramakan di atas panggung dan dilihat oleh khalayak umum.
Baca juga:
ads

Sejarah Seni Teater

Sejarah seni teater diperkirakan mulai berkembang semenjak 2500 tahun yang lalu. Di setiap negara di dunia memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, beberapa seni teater yang terkenal antara lain seni teater Roma, seni teater Yunani, seni teater Eropa Barat, seni teater zaman Renaissance, seni teater English-Elizabethan, seni teater periode emas Spanyol, seni teater Prancis gaya Baroque, seni teater Afrika, seni teater Asia, dan seni teater Islam Timur Tengah.
Di Indonesia sendiri, seni teater sudah ada sejak lama dan dipercaya sudah ada sejak manusia mulai melakukan interaksi. Dulunya, seni teater sering dikaitkan dengan upacara adat diyakini sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada Allah karena sudah diberi berkat makanan dari hasil perburuan. Tiap daerah di seluruh Indonesia memiliki seni teater tradisionalnya masing-masing.
Selain untuk upacara adat, seni teater juga digunakan untuk memanggil kekuatan gaib (mengingat masyarakat pada zaman dahulu masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme), memperingati leluhur atau nenek moyang, dan masih banyak lagi yang lain.

Jenis Teater Tradisional di Indonesia

Teater tradisional diartikan sebagai jenis seni teater yang tertua dan lahir di tengah masyarakat, biasanya juga masih memiliki kaitan dengan upacara adat atau keagamaan. Ada banyak sekali jenis teater tradisional di Indonesia. Berikut beberapa teater tradisional yang masih berkembang hingga saat ini:
1. Ketoprak
Ketoprak merupakan salah seni teater asli Jawa, tepatnya Surakarta, dan berkembang pesat di Jogjakarta. Seni teater ini pada awalnya menggunakan iringan lesung (semacam alat untuk menumbuk padi) tetapi sekarang sudah diringi dengan gamelan.
Biasanya cerita yang dipakai untuk pementasan berupa cerita legenda/masyarakat setempat yang mengandung nilai moral dan dapat ditonton untuk segala usia. Sayangnya, dewasa ini, ketoprak makin jarang diminati karena majunya teknologi. Namun demikian, ada salah satu acara di televisi yang mengambil inti dari seni teater ketoprak dan mengubahnya menjadi seni teater kontemporer dan cukup mendapat rank di tingkat nasional.
2. Lenong
Seni teater ini berasal dari Jakarta, tepatnya suku Betawi. Pertunjukan lenong biasanya diiringi dengan gambang kromong dan bercerita tentang hubungan sesama manusia (mengandung pesan moral). Bahasa yang digunakan pun juga bahasa Betawi. Biasanya pertunjukan ini bersifat komedi diiringi dengan sindiran halus.
Pada awal kemunculannya, seni teater hanya hadir di setiap acara tertentu dan bersifat ‘ngamen’ lalu para pemain meminta bayaran sukarela kepada para penonton dengan cara mengitari penonton. Namun, seiring perkembangan, lenong mulai tampil di atas panggung dan mulai merambah ke dunia pertelevisian.
3. Ludruk
Seni drama asli Jawa Timur ini berisi tentang kehidupan sehari-hari diiringi dengan musik gamelan dan ditampilkan dengan bahasa khas Jawa Timur, tepatnya Surabaya. Percakapan yang digunakan bersifat hiburan dan lawak sehingga membuat penonton tertawa. Biasanya, ludruk diawali dengan Tari Remo. Di Jawa Tengah, ada juga seni teater yang mirip dengan ludruk, yaitu ketoprak. Hal yang membedakan keduanya adalah cerita yang dibawakan. Ketoprak berisi cerita rakyat atau legenda, sedangkan ludruk berisi tentang cerita kehidupan sehari-hari, khususnya kalangan orang biasa (kampung).
Sponsors Link

4. Mamanda
Mamanda merupakan seni teater yang berasal dari Kalimantan Selatandan mirip dengan lenong, di mana terdapat hubungan komunikasi langsung antara pemain dan penonton sehingga memberikan kesan ‘hidup’ tetapi mamanda cenderung kaku dengan mengikuti alur cerita kerajaan. Mamanda memiliki nilai budaya yang bersifat sebagai hiburan dan pendidikan. Seni teater ini biasa diiringi dengan lagu-lagu khas Melayu. Sayangnya, mamanda semakin tersingkir keberadaannya sekarang, mengingat perkembangan teknologi yang pesat. Bahkan, tidak banyak anak-anak Banjar sekarang yang tahu jenis seni teater yang satu ini.
5. Makyong
Makyong merupakan perpaduan antara seni tari dan seni teater Melayu tradisional, tepatnya di Kepulauan Riau dan sangat berkembang pesat pada zaman Kerajaan Johor. Seni ini menggabungkan instrumen, vokal, dialog, tari, dan unsur ritual di dalamnya. Selain sebagai upacara persembahan, makyong juga digunakan sebagai adat istiadat di daerah Riau.
6. Randai
Seperti makyong, randai merupakan perpaduan berbagai macam seni yaitu drama, tari, lagu, dan silat. Kesenian ini berasal dari Minangkabau. Fungsi randai sebagai hiburan yang mengandung pelajaran moral berisi nasihat. Cerita yang ditampilkan berupa cerita tentang kehidupan sehari-hari atau cerita rakyat daerah Minangkabau. Pada awal kemunculannya, randai digunakan untuk mengiringi pembacaan gurindam (semacam puisi yang terikat dengan peraturan tertentu).
7. Wayang orang
Seni teater yang satu ini kental dengan budaya Jawa Tengah. Dalam bahasa Jawa disebut juga wayang wong. Kesenian ini sama dengan wayang yang dimainkan oleh dalang pada umumnya. Hanya saja dilakoni oleh pemain yang mengenakan kostum seperti wayang sehingga bukan alat peraga. Wayang orang diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada tahun 1731. Kesenian ini memadukan beberapa unsur seni yang lain seperti seni vokal, musik, dan tari. Selain itu, kostum juga penting untuk diperhatikan, terutama sewaktu ada pementasan.
Demikian keterangan mengenai pengertian seni teater lengkap dengan sejarah dan jenis-jenisnya. Semoga ilmu yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi Anda semua. Perhatikan juga link artikel yang telah diselipkan di dalam konten artikel ini karena siapa tahu Anda juga memerlukan informasi lain tersebut sehingga bisa memudahkan Anda dalam mencari informasi secara mendalam dan berhubungan satu sama lain.

SUMBER : https://ilmuseni.com/seni-pertunjukan/pengertian-seni-teater

Pengertian Seni Tari

A. PENGERTIAN SENI TARI
Secara harfiah, istilah seni tari diartikan sebagai proses penciptaan gerak tubuh yang berirama dan diiringi musik yang berlandaskan rasa dan karsa. Namun, beberapa ahli tari memiliki gagasan tersendiri mengenai istilah seni tari. 
Berikut ini pendapat beberapa ahli, diantaranya:
1. Aristoteles
Tari merupakan gerakan ritmis yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter dan kehidupan manusia sebagaimana mereka berperilaku ataupun menderita.
2. Bagong Sudito
Menurut Bagong, seni tari ialah gerak ritmis yang sesuai dengan irama dan bertujuan mengekspresikan perasaan.

3. Cooric Harting
Seni tari menurut Cooric ialah serangkaian gerakan ritmis disertai irama yang dilakukan dalam satu waktu dan ruang.
4. Soedarsono
Seni tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh yang indah dan ritmis.
5. Yulianti Parani 
Tari merupakan gerak ritmis seluruh atau sebagiannya dari tubuh yang baik secara individu ataupun berkelompok yang disertai ekspresi tertentu.
Berdasarkan pendapat para ahli mengenai seni tari, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya seni tari bukan hanya tentang menggerakkan tubuh mengikuti irama, namun juga harus juga sejalan dengan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada penikmat tari.
Pengertian, Unsur dan Jenis Seni Tari
SENI TARI
B. MACAM MACAM JENIS SENI TARI
Jika ditinjau dari jenis pertunjukan dan partisipasi, seni tari dapat dibedakan menjadi:
  • Tari Partisipatif, ialah tari yang jarang menggambarkan sebuah cerita dan hanya bertujuan untuk interaksi sosial ataupun olahraga saja. Aturan tari jenis ini biasanya terkait larangan dilakukan kedua gender dan usia tertentu. Jenis tari ini dapat berupa tarian rakyat, berkelompok, sosial, dan berpasangan.
  • Tari Teater, merupakan tari yang menggambarkan sebuah cerita dan dipentaskan serta dilengkapi properti khusus. Tujuan utama tari ini ialah sebagai hiburan. Jenis tari ini meliputi, balet, tari Jepang, tari modern, dan lainnya.
Berdasarkan koreografinya, seni tari dapat dibedakan menjadi:
  • Tari Tunggal, ialah tari yang diperakan oleh seorang penari atau dikenal juga dengan istilah tari solo. Misalnya, tari Golek dari Jateng.
  • Tari Berpasangan, dalam bahasa latin dikenal dengan istilah pas de duex ataupun dalam bahasa awan disebut duet. Tari ini dilakukan oleh dua orang ataupun berpasangan. Misalnya, tari Topeng dari Jabar.
  • Tari Kelompok, dalam bahasa asing disebut group choreography yaitu tari yang dilakukan minimal oleh dua orang. Misalnya, tari Saman dari Aceh.
Jenis seni tari jika ditinjau berdasarkan perkembangan peradaban di nusantara dapat dibedakan menjadi tiga, meliputi:
1. Tari Tradisional
Tari tradisional merupakan jenis tarian yang sudah turun temurun, diwariskan dari zaman nenek moyang. Jenis tari ini sangat mengedepankan nilai filosofis, simbolis, dan religius. Segala aturan tari ini masih kaku bertumpu pada pedoman leluhur. Di Indonesia, tari tradisional ini dibagi menjadi dua yaitu:
a. Tari tradisional klasik
Tari ini dikenal juga sebagai tari keraton karena berkembang dikalangan kerajaan dan kebangsaan. Pertunjukan tari ini cenderung memakai busana mewah dan gerakan yang anggun. Tarian ini memiliki aturan yang baku dan dipertahankan dari generasi ke generasi. Contoh: Tari Topeng Kelana dari Jabar.
b. Tari tradisional kerakyatan
Tari ini berkembang di kalangan rakyat biasa, baik di pedesaan maupun perkotaan. Tari ini sering ditampilkan dengan busana dan iringan musik yang sederhana. Selain itu, tarian ini tidak memiliki aturan baku sehingga bentuk tariannya cenderung bervariasi. Tari ini biasanya ditampilkan saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contonya tari Lili dari Sumbar.
2.  Tari Kreasi Baru
Tari ini merupakan pelebaran sayap dari tari tradisional yang gerakannya dipadukan dengan gerakan baru dari jenis tarian lain. Jenis tari ini biasanya dilakukan saat upacara ritual, keagamaan, adat dan lainnya. Pada umumnya, tari kreasi baru ini dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
a.  Tari kreasi baru berpola tradisi
Tari kreasi baru ini sangat berpedoman pada kaidah tari, baik itu kaidah musik, tata rias, koreografi, maupun teknik pementasannya.
b. Tari kreasi baru berpola non tradisi
Jenis tari kreasi baru ini tidak terikat dengan kaidah tari seperti halnya tari berpola tradisi. Namun, bukan berarti jenis tari ini tidak menggunakan pola tradisi sama sekali. Melainkan, penggunaan kaidah tari akan disesuaikan dengan konsep gagasan tari yang akan ditampilkan.
3. Tari Kontemporer
Tari kontemporer merupakan jenis tari modern yang tidak lagi terpengaruh unsur tari tradisional. Tari ini menampilkan koreografi unik dan penuh makna. Selain itu, iringan musiknya pun bukan merupakan lagu sederhana yang lazim digunakan melainkan menggunakan program musik komputer dan masa mini. Tak khayal, penikmat yang ingin menikmati jenis seni ini harus berwawasan luas.
C. KONSEP SENI TARI
Konsep tari merupakan poin penting yang menjadikan seni tari tetap memiliki persamaan diantaran berbagai variasi gerak tubuh yang terbentuk. Adapun konsep tari terdiri dari:
1. Ruang Gerak
Gerakan dalam suatu tarian membutuhkan ruang gerak. Ruang gerak ini berarti berarti seorang penari membutuhkan ruangan yang sesuai dengan jenis gerakan yang akan ditampilkan. Ruang gerak dapat berupa ruang gerak sempit dan ruang gerak luas. Jenis ruang gerak ini akan disesuaikan dengan jumlah penari, apakah tunggal, berpasangan, ataupun berkelompok.
2. Tenaga
Tenaga dibutuhkan dalam seni tari untuk mendapatkan gerak tari yang dinamis, ritmis, dan harmonis. Tanpa tenaga suatu gerakan sempurna tidak mungkin dihasilkan. Penggunaan tenaga sendiri memiliki tingkatan sesuai dengan gerak yang ingin ditampilkan, baik itu intensitas kuat, sedang, dan lemah.

3. Waktu
Dalam suatu tarian, estimasi waktu sangat bergantung terhadap bentuk gerakan yang akan ditampilkan. Perbedaan cepat atau lambat suatu gerak dalam seni tari disebut tempo. Fungsi tempo ini ialah memberikan kesan dinamis sehingga suatu tarian menjadi enak bagi penikmat.
D. UNSUR SENI TARI
Dalam menciptakan nilai indah suatu tari, seni tari memiliki unsur-unsur pembangunan, meliputi:
1. Ragam Gerak
Gerakan sangat penting dalam suatu tarian. Gerakan seni harus mampu menuangkan emosi dan ekspresi jiwa.Dalam seni tari gerak dibagi menjadi tiga, berdasarkan:
b. Sifat, terdiri dari:
  • Gerak lemah, yaitu gerak yang dilakukan tanpa menggunakan kekuatan otot.
  • Gerak lembut, yaitu gerak yang dilakukan mengalir seperti air.
  • Gerak kasar, yaitu gerak yang dilakukan dengan menggunakan otot yang kuat seperti gerakan menghentakkan kaki.
b. Bentuk, meliputi:
  • Gerak realistik/wantah, yaitu gerak yang dilakukan sesuai dengan apa yang dilihat.
  • Gerak stilir, yaitu gerak tidak wantah yang sudah diperhalus.
  • Gerak simbolik, yaitu gerakan yang hanya berupa simbol.
c. Aktifitas, yaitu:
  • Gerak setempat, yaitu gerak yang hanya berada pada posisi awal tanpa pergerakan.
  • Gerak berpindah, yaitu gerak yang tidak hanya menetap melainkan melakukan gerakan kecil seperti bergeser, meluncur, melompat, dan lainnya.
2. Iringan
Iringan musik dalam suatu tarian dapat berasal dari alat instrumen ataupun suara dari anggota tubuh. Iringan ini akan menambah daya nilai dalam suatu tarian.
3. Pakaian
Pakaian dalam seni dijadikan sebagai identitas kebudayaan dan asal tarian yang ditampilkan. Misalnya, kostum dal ritual ataupun upacara didesain cenderung lebih sederhana dibanding kostum hiburan yang dirangcang lebih kasual dan menarik.
E. POLA LANTAI SENI TARI
Dalam sebuah tarian, terutama dalam tarian berkelompok sangat penting memperhatikan pola lantainya. Berikut ini beberapa pola lantai dalam tarian, meliputi:
  • Horizontal, yakni pola lantai yang mengharuskan penari membentuk garis lurus kesamping.
  • Vertikal, yaitu pola lantai yang mana penari harus membentuk garis lurus dari depan ke belakang.
  • Diagonal, yaitu pola lantai yang mana penari harus membentuk garis yang menyudut ke kanan ataupun kiri.
  • Melingkar, yaitu pola lantai yang mengharuskan penari membentuk garis lingkaran.
Pengertian, Unsur dan Jenis Seni Tari
SENI TARI
F. FUNGSI SENI TARI
Seni tari memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan, diantaranya:
1. Sarana Bergaul
Seni tari bersifat kolektif, artinya melibatkan beberapa orang. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan interaksi dengan individu. Oleh karena itu, seni tari dapat dijadikan salah satu wadah bagi manusia untuk bergaul. Kegiatan latihan tari rutin atau pementasan tari bersama menjadi sarana pergaulan yang baik.
2. Sarana Upacara
Sejak dahulu, tarian sudah dijadikan manusia sebagai sarana upacara, baik untuk upacara keagamaan maupun upacara penting dalam kehidupan manusia. Tari keagamaan tujuannya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan biasanya bersifat sakral. Contohnya, tari Kecak di Bali yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya. Tari yang dijadikan sebagai sarana upacara sangat mempertimbangkan pemilihan tempat, waktu, penari, dan sesajian yang tepat.
3. Sarana Hiburan
Tari yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan memiliki gerak spontan. Selain itu, jenis tari ini menggunakan tema dan iringan lagu yang sederhana. Kemudian kostum dan tata panggung juga diupayakan semenarik mungkin. Prinsipnya tarian yang ditempilkan menhibur, tidak menjemukan dan menjenuhkan.
4. Media Pendidikan
Tarian dapat dijadikan media untuk mendidik anak dalam upaya pendewasaan diri melalui pesan dari setiap gerak yang ditampilkan. Selain itu, nilai keindahan dan keluhuran yang ada pada seni dapat mengasah perasaan seseorang untuk bersikap lebih santun dan lembut.
5. Katarsis
Katarsis artinya pembersihan jiwa. Pemanfaatan seni tari sebagai katarsis biasanya dilakukan oleh seniman yang memiliki penghatan mendalam terhadap seni tari.
6. Penyaluran Terapi
Tari dijadikan penyaluran terapi bagi mereka penyandang cacat mental ataupun fisik. Penyajian tari ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, disesuaikan dengan kondisi penderita. Jenis tarian ini dilarang pada masyarakat Timur, karena rasa tak sampai hati.
7. Pertunjukan
Tarian yang dipersiapkan untuk pertujukkan biasanya mengandung nilai estetis yang tinggi dan membutuhkan latihan sebelum dipetaskan. Tari yang difungsi sebagai pertunjukkan menitikberatkan pada segi artistik, konsep, ide, interpretasi, tema dan juga tujuan. Contoh tari yang ditampilkan sebagai pertunjukan ialah tari Pendet dari Bali.
SUMBER : 

Pengertian Seni Musik

Pengertian Seni Musik – Siapa yang tidak suka dengan musik? Sepertinya kita semua menyukai bentuk seni yang satu ini. Tidak sedikit dari kita yang selalu mendengarkan musik untuk memberi semangat atau menghibur diri setiap hari. Lalu sebenarnya apa itu musik atau seni musik? Musik dapat diartikan sebagai nada dan suara yang disusun hingga menghasilkan irama, lagu, dan harmonisasi.
Hasil gambar untuk Seni musik
Sementara pengertian seni musik tidak jauh berbeda. Pengertian seni musik secara umum adalah sebuah cabang seni yang fokus menggunakan melodi, irama, tempo, harmoni, juga vocal yang berperan sebagai sarana dalam menuangkan perasaan penciptanya. Seni musik dapat bertambah dan berganti seiring berjalannya waktu.
Setelah mengetahui pengertian seni musik secara umum kamu pasti sudah dapat membedakan perbedaan jenis-jenis seni musik. Dari segi nada, irama, hingga melodi di setiap jenisnya berbeda-beda. Jenis seni musik dibagi menjadi tiga yaitu klasik, populer, dan tradisional.

Jenis-jenis Musik

  1. Musik Klasik

Sering mendengar mengenai fungsi dari musik klasik? Jenis seni musik yang satu ini memang memiliki banyak manfaat. Di antaranya meningkatkan IQ, relaksasi, mengatasi insomnia, meningkatkan daya ingatan, dan lainnya. Musik klasik sendiri identik dengan musik yang datang dari wilayah Eropa.
Notasi dalam musik klasik berbeda-beda dan dapat dibagi menjadi dua yaitu musik klasik populer dan musik klasik non Eropa. Susunan musik klasik juga lebih kompleks dibandingkan dengan jenis seni musik lainnya.
  1. Musik Populer

Umumnya jenis seni musik yang satu ini lebih banyak disukai karena lebih easy listening dan lebih mudah diterima oleh banyak kalangan. Musik pop atau musik populer mulai terkenal pada tahun 1950-an. Musik ini memiliki karakter yang lebih fleksibel sehingga mudah dipadu-padankan dan mudah mengikuti zaman.
Musik populer memiliki banyak jenis di antaranya:
  • Musik Jazz
  • Musik Blues
  • Musik R&B
  • Musik Rock
  1. Musik Tradisional

Berbeda dari jenis musik lainnya yang menggunakan alat musik secara umum dan banyak digunakan dalam membuat melodi, ritme, tempo, dan harmoni seperti dalam pengertian seni musik di atas, untuk jenis musik tradional sebagian besar lebih menggunakan alat musik tradisional di mana di setiap negara dan daerah berbeda-beda.
Biasanya musik tradisional lebih cenderung menggunakan gaya, bahasa, serta tradisi sesuai dengan negara dan daerah asalnya. Musik tradisional dapat dibagi menjadi tiga yaitu country, latin, dan dangdut.
Dilihat dari segi definisi seni musik sendiri, cabang seni yang satu ini memang tidak akan habis oleh waktu. Bahkan seni musik sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa lepas.
Definisi seni musik yaitu bentuk seni dari hasil penggabungan nada, suara, melodi, ritme, tempo, juga harmoni dari alat-alat musik serta vokal.
Kamu pasti memiliki jenis seni musik favourit sendiri di mana selalu diengarkan saat membutuhkan hiburan.
Pada dasarnya fungsi daria danya seni musik memang untuk hiburan, tetapi dalam sebagian hal, seni musik juga berfungsi sebagai wadah atau media untuk menyampaikan sesuatu.
Misalnya saja saat upacara adat atau acara keagamaan, seni musik seolah menjadi media perantara dalam berbicara dengan sang Penguasa. Atau dalam sebuah pagelaran teatrikal, seni musik memiliki fungsi sebagai pembangun suasana agar adegaan demi adegan berjalan sesuai.
Kemudian, bagaimana dengan pengertian seni musik menurut para ahli di dunia? Berikut sedikit ulasannya.

Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli

  1. David Ewen, Pencipta Buku-Buku Tentang Musik

Pengertian seni musik menurut para ahli pertama yaitu menurut David Ewen yang terlah penerbitkan lebih dari 40 buku tentang musik mengungkapkan bahwa,
seni musik adalah ilmu pengetahuan dan seni yang berhubungan tentang kobinasi ritmik dan nada-nada di mana meliputi melodi dan harmoni sebagai bentuk ekspresi dari segala hal yang ingin diungkapkan khususnya paerihal emosional.

  1. Norman Dello Joio, Komposer Terkenal Amerika

Sementara menurut Dello Joio yang merupakan komposer terkenal asal Amerika menyatakan bahwa,
pengertian seni musik adalah suatu seni yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan, baik tentang musik itu sendiri atau hal lain di luar musik.
Mengenal musik dapat menumbuhkan rasa menghargai akan nilai seni juga menyadari adanya dimensi lain dari kenyataan yang tersembunyi.

  1. Suhastjarja, Dosen Senior Fakultas Seni Di Indonesia

Suhastjarja mengungkapkan bahwa menurutnya,
seni musik ialah ungkapan rasa indah dari manusia dengan bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat berwujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung sebuah ritme dan harmoni, serta mempunya suatu bentuk dalam ruang wkatu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lainnya dalam sebuah lingkungan.
Itu dia tiga dari sekian banyak macam pengertian mengenai seni musik dari para ahli yang dinilai paling pas.
Sementara itu untuk pengertian seni musik secara etimologi yaitu,
Seni adalah karya yang bernilai tinggi, sedangkan ‘Musik’ adalah susunan nada dan suara yang saling berkesinambungan.
Sehingga yang dapat disimpulkan dari pengertian seni musik secara etimologi ialah suatu karya bernilai tinggi yang berupa susunan nada dan suara yang salin berkesinambungan.
Terakhir yang harus kamu ketahui adalah mengenai adanya delapan unsur unsur seni musik yang selalu terkandung dalam sebuah karya seni musik yaitu melodi, irama, birama, harmoni, tempo, tangga nada, dinamik, dan timbre. Semua unsur tersebut selalu ada dalam sebuah karya seni musik. Dengan adanya unsur-unsur tersebut pula, maka sebuah karya dapat disebut sebagai seni musik.

SUMBER : https://www.eduspensa.id/pengertian-seni-musik/

Pengertian Seni Lukis

A. PENGERTIAN SENI LUKIS
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk. Seni lukis disajikan dalam bidang dua dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Karya dari seni lukis ini disebut dengan lukisan.
Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni LUkis
SENI LUKIS
B. KOMPONEN SENI LUKIS
Komponen seni lukis terdiri dari subyek, bentuk, dan isi. Ketiganya merupakan hal yang penting diperhatikan, karena perpaduan yang tepat ketiganyalah yang akan menghasilkan suatu karya seni lukis yang baik. Berikut ini uraian masing-masing komponen di atas:

1. Subyek
Merupakan sesuatu yang dmenjadi bentuk lukisan. Subjek dibedakan menjadi dua, yakni:
  • Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
  • Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), artinya subyek tidak terikat dengan alam.
2. Bentuk
Bentuk merupakan cara seniman mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua dimensi yang nyata.

3. Isi
Isi merupakan tujuan terakhir yang ingin dicapai seniman, yakni hasil dari kesan ungkapan eksresi melalui sebuah karya seni lukis. Pengungkapan ini biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.
Pengertian Seni Lukis, Aliran Seni Lukis, Komponen Seni Lukis
SENI LUKIS
B. ALIRAN SENI LUKIS
Perkembangan seni lukis sejak lama telah melahirkan beragam aliran seni lukis. Berikut ini macam aliran seni lukis yang menjadi acuan para seniman hingga sekarang.
1. Aliran surealisme
Aliran surealisme merupakan aliran yg erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi. Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, meskipun objek sasaran sangat natural.
Ciri-ciri:
  • Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
  • Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
  • Lukisan aneh dan asing
2. Aliran Kubisme
Aliran kubisme merupakan aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, dan aneka tampak. Teknik ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak-kotak.
Ciri-ciri:
  • Memiliki bentuk geometris
  • Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
  • Lukisan terlihat ceria
3. Aliran Romantisme
Aliran seni lukis ini berupaya melukiskan suatu peritsiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Aliran jenis ini biasanya menampilkan hal-hal yang bersifat romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran ini cenderung statis dan kaku.
Ciri-ciri:
  • Cenderung didramatisir
  • Penuh gerak dan dinamis
  • Pengaturan komposisi dinamis
  • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
  • Warna bersifat kontras dan meriah
4. Aliran Ekspresionisme
Dalam aliran seni lukis ini, seniman mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi.
Ciri-ciri:
  • Pemilihan warna diutamakan
  • Imajinasi seseorang
  • Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
  • Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
  • Ungkapan isi hati seseorang
5. Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis ini berusaha memperlihatkan lukisan berdasarkan kenyataan alam, yaitu murni berasal dari temuan objek alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail pada objeknya dan kabur.
Ciri-ciri:
  • Objek sangat alami
  • Lukisan dibuat diluar ruangan
  • Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
  • Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.
6. Aliran Pointilisme
Aliran pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan titik-titik untuk menggambarkan sebuah objek. Seni lukis aliran ini merupakan lanjutan dari seni lukis impresionalisme.
Ciri-ciri:
  • Titik-titik yang digunakan terdiri dari bermacam-macam variasi
  • Objek yang dilukis lebih jelas jika dilihat dari kejauhan
  • Objek berwarna cerah tersusun dari banyak titi-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.
7. Aliran Fauvisme
Aliran ini memberikan kebebasan bagi seniman berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuat, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna sesuka hati meski sangat kontras sekalipun dengan objeknya.
Ciri-ciri:
  • Warna lukisan cenderung liar dan kontras
  • Warna yang digunakan berbeda dengan objek
  • Penggunaan garis disederhanakan sehingga keberadaan garis yang jelas dan kuat dapat dideteksi.
8. Aliran Realisme
Aliran ini berupaya memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari tanpa ada penambahan sedikitpun.
Ciri-ciri:
  • Lukisan apa adanya
  • Tidak berlebihan dalam hal warna dan keindahan seni
  • Cenderung menyerupai bentuk alam secara akurat
  • Cenderung sesuai dengan fakta dan peristiwa yang terjadi di alam
9. Aliran Naturalisme
Aliran ini mengupayakan seniman melukiskan suatu objek secara alamiah. Meski aliran seni lukis ini mirip dengan aliran surealisme, namun aliran seni lukis ini dibuat tampak lebih indah dengan sedikit tambahan disekitar objek lukis.
Ciri-ciri:
  • Cenderung menampilkan unsur alam yang objektif
  • Tidak banyak melibatkan emosional
  • Memiliki teknik gradasi warna
  • Memiliki susunan perbandingan, perspektif, tekstur, perwarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
  • Kebanyakan bertema tentang alam
10. Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan warna dan bentuk yang acak serta tidak terbatas. Karya seni lukis murni imajinasi dari seniman sendiri.
Ciri-ciri:
  • Seni ini menampilkan unsur unsur seni rupa saja yang disusun tidak beraturan
  • Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam
11. Aliran Futurisme
Aliran seni lukis yang satu ini menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya suatu objek yang sama digambar beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri:
  • Memanfaatkan prinsip aneka tampak
  • Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
  • Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  • Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu
12. Aliran Klasikisme
Aliran seni lukis ini berhubungan dengan Yunani dan Romawi. Aliran ini menampilkan gambar secara klasik dan memiliki karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri:
  • Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
  • Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
  • Berisi cerita di lingkungan istana
  • Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis
13. Aliran Dadaisme
Aliran seni lukis ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, namun terkadang juga mengesankan.
Ciri-ciri:
  • Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
  • Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.
14. Aliran Optik art
Aliran seni lukis yang memanfaatkan ilusi mata, dimana ilusi tersebut dapat berubah menjadi imajinasi.
Ciri-ciri:
  • Aliran seni ini bersifat abstrak, formal dan eksak
  • Penggambaran objek khas berupa susunan geometris berulang. Tujuannya untuk memfungsikan kelemahan mata dengan ilusi ruang (kadang bergerak semu)
15. Aliran Primitivisme
Aliran primitivisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan yang diinginkan. Gambar yang dilukis cenderung sederhana, datar, dan dua dimensi.
Ciri-ciri:
  • Lukisan berhubungan dengan kehidupan manusia zaman dahulu yang cenderung primitif
  • Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan, dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
  • Detail objek tidak menonjol, hanya penggambaran garis minimalis berupa garis dan aksen sederhana
16. Aliran Pittura Metafisica
Aliran ini bertentangan dengan aliran kubisme dan futuristik. Penggambaran objek melalui aliran ini berhubungan sentuhan metafisika.
Ciri-ciri:
  • Objek biasanya berupa manusia yang sedang beraktivitas benda dan latar di belakangnya
  • Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang berhubungan erat dengan metafisika
17. Aliran Kontemporer
Seni lukis aliran ini tidak terikat pada peraturan dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ciri-ciri:
  • Objek yang dilukis bersifat dinamis, ekspresif, mencolok, dan bebas
  • Penggambaran objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik
18. Aliran Gotik
Aliran seni lukis ini menggambarkan objek dengan garis tebal dan bentul ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.
Ciri-ciri:
  • Objek yang dilukis biasanya merupakan tokoh suci, seperti raja, ratu, kesatria, dan lainnya
  • Lukisan ini banyak ditemukan di rumah ibadah, kerajaan, kastil ataupun bangunan klasik
C. MEDIA SENI LUKIS
Media yang diperlukan dalam pembuatan seni lukis terdiri dari alat dan bahan. Berikut ini media seni lukis, meliputi:
Pengertian Seni Lukis, Fungsi Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, Media Seni Lukis
SENI LUKIS
1. Bahan
Pada dasarnya setiap medium/bahan memiliki dua sifat dasar, yakni:
Sifat fisik, yaitu medium dapat dilihan dengan mata, permukaannya bisa kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis, dan lainnya.
Sifat estetis, yaitu sifat keindahan yang dimiliki setiap medium berbeda. Nilai estetika lukisan menggunakan media cat minyak tentu akan berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air.
Setiap bahan yang dipilih untuk karya seni lukis memiliki sifat dan karakter yang berbeda.Hal ini tidak menunjukkan bahan yang satu lebih baik dibandingkan yang lain. Pemilihan medium tidak menentukan artistik dan mahalnya suatu karya. Melainkan kreatifitas dan bakat seniman yang lebih memepengaruhi kualitas karya yang dihasilkan.
2. Alat
Pemilihan alat yang baik ialah alat yang dipilih harus sesuai dengan medium yang digunakan. Alat  yang digunakan dalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya, yaitu cat air, pensil, cat poster, pensil warna, pastel, kuas, crayon, cat akrilik, dan lainnya.
D. TEKNIK SENI LUKIS
Media yang dipilih sangat menentuk teknik seni lukis yang akan diterapkan. Berikut ini beberapa teknik seni lukis berdasarkan media yang dipilih:
1. Lukisan cat minyak (oil printing)
Lukisan ini menggunakan medium berupa tepung atau juga pasta yang dicampur dengan minyak. Alat yang digunakan ialah kuas ataupun pisau palet.
2. Lukisan cat air (water color)
Lukisan ini memakai medium cat air yang bersifat tembus pandang.
3. Lukisan arang (conte)
Teknik ini akan menghasilkan lukisan yang berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol.
4. Lukisan pastel (oil pastel)
Lukisan ini dikerjakan dengan menggunakan butiran pigmen warna yang sudah dipadatkan seperti batang kapur.

5. Lukisan azalejo
Lukisan ini dikerjakan dengan cara menempelkan potongan dari sebuah bentuk tertentu dengan pola gambar yang sesuai.
6. Lukisan tempera
Lukisan ini dibuat ditembok setelah tembok kering. Adapun persiapan yang dilakukan ialah cat yang akan digunakan diaduk dengan perekat, bisa juga dicampur dengan putih telur sehingga hasilnya nampak cat minyak.
7. Lukisan al-fresco
Al-fresco berarti fresh atau segar. Media yang digunakan biasanya untuk lukisan dinding (mural).
8. Lukisan al-secco
Serupa dengan media yang digunakan pada lukisan al-fresco. Hanya saja, lukisan ini dibuat setelah dinding/tembok mengering.
E. FUNGSI SENI LUKIS
Seni lukis memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
1. Fungsi Primer
Peran seni lukis sebagai fungsi primer ialah mengungkapkan perasaan dan ekspresi pribadi dari seorang seniman lukis.
2. Fungsi Sekunder
Peran seni lukis sebagai fungsi sekunder maksudnya seni lukis tidak hanya sebagai ungkapan ekspresi diri, melainkan juga untuk kepentingan pihak luar dan sarana komunikasi.
3. Fungsi Fisik
Karya seni lukis yang mengutamakan fungsi kegunaaannya dapat dijadikan sebagai penghias ruangan tertentu untuk menambah nilai estetika ruangan.
 
SUMBER :